Orang Beriman Memiliki Hati yang Hidup
Assalamu 'alaykum teman-teman, Marhaban yaa Ramadhan. Alhamdulillaah dengan rahmat-Nya kita masih bisa sampai di bulan ramadhan tahun ini, dan semoga kita bisa memanfaatkan sebaik mungkin umur dan keseahatan yang Allah berikan hingga saat ini.
Untuk memaksimalkan ibadah kita di bulan suci ramadhan, hendaknya kita menjaga kesehatan dan tentunya jangan lupa belajar. Katanya badan yang sehat berawal dari hati yang sehat. Jika hatinya mati berarti nggak sehat dong? hehhe
Hati yang Hidup
Dalam Al-qur'an telah disebutkan ayat-ayat tentang puasa, salah satunya yang tertera dalam surah Al-baqarah ayat 183. dalam ayat tersebut Allah SWT memanggil orang-orang yang beriman, bukan semua manusia.
Dari materi yang di sampaikan Bapak Iman Santoso, LC yang disebarkan melalui grup whatsapp menjelaskan, Salah satu ciri orang beriman yaitu hati yang hidup dan orang kafir hatinya mati. Namun dengan kasih sayang Allah, ada hatinya yang sudah mati kemudian Allah hidupkan kembali dengan cahaya Iman dan Al-Qur'an.
salah satu dalil yang menjelaskan tentang hati, yaitu yang tertera dalam surah Al-An'am ayat ke-22, yang artinya sebagai berikut :
"Dan apakah orang yang mati (hatinya) lalu kami hidupkan dan kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan"
Cara Menghidupkan Hati yang Mati
Berkata Ibnu Katsir dalam tafsirnya: "Ini adalah perumpamaan bagi orang beriman yang sebelumnya mati (hatinya), yaitu dalam kesesatan yang menghancurkan dan membingungkan, kemudian Allah hidupkan hatinya dengan keimanan, Allah beri hidayah dan taufiq untuk mengikuti para rasul-Nya".
Kemudian dia mendapat petunjuk bagaiamana berjalan dan berperilaku di muka bumi. Cahaya artinya adalah Al-Qur'an, seperti diriwayatkan oleh Al-Aufi, Ibnu Abi Tholhah dan Ibnu Abbas. Sedangkan As-Sudi mengartikan Islam. Semua (makna) benar.
Dalam surah Al-Anfal ayat ke-24, disebutkan bahwa panggilan yang menghidupkan manusia, Mujahid berpendapat al-hak atau kebenaran. Qotadah berkata, Al-qur'an, As-Sudi, Islam, Urwah bin Zubair, berperang atau berjihad.
Manusia membutuhkan dua ruh dalam hidupnya, yang pertama ketika Malaikat meniupakan ruh dalam kandungan untuk menghidupkan jasad dan yang ke dua Al-qur'an, wahyu dan kalam Allah, ruh ini lah yang menghidupkan hati manusia.
Kemudian Allah menyebutkan sifat orang beriman yang hatinya hidup dalam surah Al-Anfal ayat 2-4.
Sifat Batin
1. Hatinya tbergetar ketika disebut nama Allah dan Responsif dalam menyambut panggilan-Nya
2. Bertambah keimanannya dengan mendengar tilawah Al-Qur'an.
3. Tawakkal kepada Allah
Sifat Lahir
1. Menegakkan shalat
2. Menunaikan infak, baik yang wajib maupun sunnah.
Ibnu Qoyyim Al-Jauziah berkata : "Hati yang hidup adalah hati yang mengetahui kebenaran, menerimanya, mencintainya dan mengutamakannya atas yang lain. Jika hatinya mati maka tidak ada sensifitas dan kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah" (Syifaa Al-Alil 344)
Jika Al-Qur'an yang membuat hati kita terus hidup, maka momen ramadhan inilah waktunya untuk memperbanyak membaca Al-Qur'an. Bukan hanya membacanya hendaknya kita juga mempelajari isinya, dan tentunya mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Karena hati memang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita, dia yang menjadi tolak ukur untuk menentukan yang baik dan buruk. Hati yang hidup dan sehat juga tentunya berpengaruh dengan kesehatan jasmani manusia.
Mari menjaganya agar tetap hidup dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur'an, belajar tajwid, dan mentadabburinya, bukan hanya pada bulan Ramadhan tetapi juga bulan-bulan berikutnya. Semoga Allah mudahkan, Aamiin.
1 Post a Comment
Nice ❤️
BalasHapus